Kamis, 19 Januari 2012

Pemanfaatan Limbah

1) Latar Belakang
Limbah kardus merupakan salah satu limbah sampah yang banyak digunakan industri kerajinan yang dihasilkan. Walapun sebagai industri kerajinan dengan modal terbatas, industri ini banyak memberikan value riset terutama kepada pemerintahan dan perekonomian negara dengan menyerap banyak tenaga kerja. Hasil kerajinan industri sebelumnya seperti tempat sampah, pot bunga serta anyaman meja dan kursi, namun sebagaian besar pemrakarsa yang bergerak dalam industri kerajinan limbah kardus kadang memiliki kendala dengan modal terbatas dan riset konsumen yang begitu sulit untuk menembus pasar maka perhatian terhadap pengelolaan industri kerajinan sangat tidak diperhatikan, maka perhatian ini kami kembangkan dengan menggagas ide dengan lebih memanfaatkan limbah kardus dan sedikit kreativitas dari sebuah strayform bekas maupun baru dibuat menjadi kaligrafi yang indah dengan beralasan limbah kardus yang masih bisa dimanfaatkan.

2) Perumusan Masalah
Kegiatan ini bisa dijadikan peluang usaha yang dapat berkembang di pasar kerajinan dan souvenir yang dapat menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Usaha kerajinan ini pun dapat berkembang di kalangan turis asing maupun domestik, kegunaan kerajinan kaligrafi salah satu nya untuk hiasan atau accesories di rumah-rumah karena kontruksi dan bentuk yang sudah didesain sedemikian rupa menyerupai dengan kerajinan-kerajinan kaligrafi yang lainnya. Kendala-kendala yang bermasalah yang sering dan setelah pembuatan kerajinan terjadi adalah:
1. Pasar mana atau mencari minat konsumen terhadap pemanfaatan kerajinan kaligrafi berbahan limbah kardus dan stryform?
2. Bagaimana tipe-tipe atau macam-macam desain yang disukai konsumen?
3. Proses pembuatan?
4. Pelatihan operator?
5. Rencana pemasaran produk?
6. Bagaimana studi kelayakan financial dari keseluruhan perencanaan pengendalian produksi project kerajinan dari pemanfaatan limbah?
3) Tujuan Program
Tujuan program ini adalah menganalisa peluang usaha produk kerajinan yang dulu sempat terkenal dikalangan pemburu kerajinan-kerajinan tangan dan pemanfaatan limbah kardus dan stryform. Salah satunya yaitu dengan:
1. Memprediksi sumber daya yang dibutuhkan dalam pembuatan kerajinan, seperti kardus, stryform.
2. Menentukan pasar sasaran terhadap kerajinan kaligrafi dari limbah kardus dan stryform.
3. Mengidentifikasi desain produk yang sering disukai konsumen.
4. Melatih sumber daya operator dalam proses pembuatan kerajinan kaligrafi.
5. Membuat rencana pemasaran.
6. Menganalisa kelayakan financial dan tempat pada pembuatan kerajinan kaligrafi dan stryform.

4) Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari program pemanfaatan kerajinan limbah kardus dan stryform dalam pembuatan kaligrafi adalah:
1. Desain produk.
2. Desain proses produksi.
3. Rencana pemasaran produk.
4. Perhitungan besarnya modal usaha.
5. Perhitungan untung rugi usaha.

5) Kegunaan Program
Berdasarkan observasi dan riset pasar yang dilakukan kegunaan program ini adalah menciptakan suatu karya yang kreatif dan inovatif yang dapat dijadikan peluang usaha, sehingga dengan adanya program ini dapat mengurangi tingkat pengangguran didaerah sekitar. Kegunaan yang lainnya yaitu kerajinan seni kaligrafi dengan pemanfaatan limbah ini sebagai penghias dan accesories rumah-rumah dan gedung perkantoran.

6) Gambaran Umum Rencana Usaha
Pencapaian keberhasilan dalam pembuatan kerajnan yang dilakukan sebelumnya khususnya semacam didaerah-daerah pedesaan yang belum terlalu mengenal akan perkembangan teknologi. Masyarakat pedesaan pada umumnya menggunakan peralatan sederhana seperti pisau atau cutter, bahan itu sendiri yaitu kardus dan stryform, lem dan lain-lain. Keberhasilan yang diperoleh dikarenakan oleh bagusnya riset pasar dan proses pemasaran yang baik. Selain daripada itu, produk yang dihasilkan memiliki nilai estetika dan daya tarik tersendiri karena menggunakan-menggunakan ukiran yang terbuat dari stryform. Keberhasilan yang diperoleh tidak lepas dari kesulitan yang dihadapi selama membuat kaligrafi terutama pembuatan kaligrafi yang terletak pada desain produk. Proses pembuatan kaligrafi membutuhkan tingkat kreatifitas yang tinggi sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai estetika serta daya tarik tersendiri terhadap konsumen yang akan membelinya.
Desain produk yang memiliki daya tarik tersendiri serta terlihatnya tingkat kreatifitas dari kaligrafi yang dibuat dapat meningkatkan minat pembeli agar membeli produk itu sendiri. Proses pembuatan produk tidak membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang dibutuhkan juga tidak banyak karena menggunakan limbah-limbah yang masih dapat didaur ulang kembali. Alat dan bahan yang digunakan sangat sederhana. Proses pembuatan kaligrafi pada stryform yaitu dengan menggambar bentuk kaligrafi kemudian memotong ukiran yang telah dibuat dengan pisau atau cutter. Pemasaran produk dilakukan di daerah Bekasi dan sekitarnya karena belum terlihatnya persaingan dari produk tersebut. Situasi dan kondisi di wilayah tersebut sangat mendukung untuk diadakannya usaha seperti ini, karena tingkat konsumtif masyarakat Bekasi sangat tinggi dan produk seperti ini masih jarang ditemukan. Melihat potensi profit yang besar di wilayah tersebut dengan tingkat usia remaja hingga dewasa sangat besar, maka keinginan untuk membuat usaha di wilayah tersebut semakin besar.

7) Metode Pelaksanaan
Program akan dilaksanakan dalam beberapa tahap pembuatan produk kaligrafi. Pelaksanaan program dimulai dengan melakukan survei pasar. Survei pasar dilakukan untuk mengidentifikasi pasar sasaran untuk penjualan produk yang dibuat. Survei pasar juga dilakukan untuk mengindetifikasi desain kaligrafi yang menarik bagi konsumen. Instrumen yang digunakan dalam survei pasar adalah kuesioner. Kuesioner akan dikembangkan berdasarkan pengertian minat dan dalam bentuk tertutup.
Penentuan responden menjadi hal penting dalam survei pasar. Produk ini direncanakan di pasarkan di Bekasi dan sekitarnya, maka yang menjadi responden adalah konsumen yang ada di Bekasi. Penentuan jumlah responden menggunakan teknik sampling non purvosive, yaitu suatu teknik pengambilan sampel yang didasarkan atas tujuan tertentu. Dari data yang terkumpul, segmentasi dan pasar target dapat dirumuskan.
Desain produk yang diinginkan konsumen mungkin akan sangat beragam, sehingga diperlukan proses pemilihan. Pemilihan desain produk dilakukan dengan membuat daftar kriteria dan pembobotan. Pemeringkatan dilakukan dan desain yang terpilih adalah desain dengan peringkat tertinggi.
Proses produksi akan dirancang sesuai dengan desain yang telah dipilih. Proses produksi meliputi pemilihan bahan dasar kardus bekas yang akan menjadi background dan stryform sebagai tulisan kaligrafinya. Proses produksi akan dilakukan dalam jumlah terbatas pada tahap awal.
Implementasi program atau rencana pemasaran dilakukan didekat masjid daerah kota bekasi, mengingat produk sejenis berdasarkan hasil survei sebelumnya belum terdapat kerajinan kaligrafi stryform di pasaran. Bahan baku pembuatan kaligrafi yaitu kardus dan stryform serta akseosris pendukung lainnya tersedia di pasaran.
Analisis kelayakan usaha berdasarkan kelayakan finansial dilakukan menggunakan metode penentuan periode pengembalian, dan analisis sensitivitas. Periode pengembalian adalah waktu yang diperlukan (dalam satu tahun) untuk mengembalikan investasi yang telah ditanamkan oleh penanam modal berdasarkan aliran kas yang dihasilkan. Cara untuk mengambil keputusan dengan metode ini adalah dengan membandingkan periode pengembalian investasi yang diusulkan dengan umur ekonomis aktiva, apabila periode pengembalian lebih pendek daripada umur ekonomis aktiva maka rencana investasi dapat diterima, sedangkan apabila lebih panjang daripada umur ekonomis aktiva maka rencana investasi ditolak. Alternatif dengan pengembalian yang lebih singkat merupakan pilihan yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar